Home / KESISWAAN / Ekstrakurikuler / Bakat Minat Catur

Bakat Minat Catur

BAKAT MINAT CATUR

SMP BUSTANUL MAKMUR

Catur adalah permainan pikiran yang dimainkan oleh dua orang. Terdapat dua warna yang membedakan bidak atau biji catur, yaitu hitam dan putih. Pemegang buah putih memulai langkah pertama, yang selanjutnya diikuti oleh pemegang buah hitam secara bergantian sampai permainan selesai.

Kata catur diambil dari bahasa Sangsekerta yang berarti “empat”. Namun kata ini sebenarnya merupakan singkatan dari caturangga yang berarti empat sudut. Di India kuno permainan catur memang dimainkan oleh empat peserta yang berada di empat sudut yang berbeda. Hal ini lain dari permain catur moderndi mana pesertanya hanya dua orang saja. Kemudian kata caturangga ini diserap dalam bahasa Persia menjadi shatrani. Kata chess dalam bahasa Inggris diambil dari bahasa Persia shah.

1. Meningkatkan IQ

Sudah bukan hal yang baru bahwa catur mampu meningkatkan Intelectual Questions seseorang. Dullea, Palm, dan Fergusan berpendapat serupa bahwa, mempelajari permainan catur secara sistematis berperan dalam peningkatan kecerdasan intelektual seseorang, sama halnya memperkuat kemampuan berhitung, bahasa, dan membaca masalah.

Penelitian :

Uji coba telah dilakukan di Venezuela terhadap 4 ribu siswa kelas 2 SD. Mereka di ajak untuk mempelajari catur selama 4,5 bulan dan hasilnya luar biasa, ada kenaikan IQ secara signifikan dari 4000 siswa tersebut. Bagi kita yang ingin meningkatkan nilai IQ kita, bisa menjadikan permaianan catur sebagai kebiasaan mulai sekarang.

2. Meningkatkan SQ

Tidak hanya IQ yang di dapat, SQ pun turut dipengaruhi oleh permainan ini. Spritual Question yang berperan dalam menumbuhkan spirit mental atau motivasi jiwa seseorang ini bisa di tingkatkan salah satunya dengan bermain catur.

Penelitian :

Hal ini di buktikan oleh penelitian Dr. Stefurak yang merupakan neuropsikologi kognitif menyatakan bahwa “instruksi dalam catur menstimulus pikiran dan emosi untuk menyusun susunan mental yang membuat timbulnya motivasi diri untuk pengembangan diri meraih prestasi belajar di sekolah dan dalam kehidupan”.

3. Memperkuat Daya Konsentrasi

Permainan catur menuntut seorang untuk fokus. Setiap langkah harus di pikirkan dengan matang. Sekali saja salah akan membuat semuanya berantakan, apalagi jika musuh sudah mulai menyerang dan mengacak-acak pola permainan kita. Tentu kita harus dituntut untuk keluar dari masalah yang di berikan musuh dan mesti melakukan pola serangan yang mampu menyudutkan lawan.

Menciptakan strategi dan taktik dalam permainan catur bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan konsentrasi yang sangat mendalam. Bahkan tidak sedikit pecatur yang benar-benar berkonsentrasi dalam permainan hingga tidak menghiraukan kondisi di luar dirinya. Hal ini bagus untuk melatih daya konsentrasi kita, fokus untuk menciptakan jalan keluar dan menyelesaikan pekerjaan adalah hal yang dibutuhkan oleh setiap orang di dunia kerjanya.

4. Meningkatkan Daya Kretifitas

Dalam Permainan catur kita di latih untuk mampu membayangkan langkah-langkah yang terjadi selanjutnya. Setiap langkah yang kita jalankan atau yang dijalankan oleh musuh mesti dipikirkan apa efek selanjutnya. Untuk melakukan itu pemain di haruskan mampu membayangkan kondisi yang akan terjadi selanjutnya. Inilah skill abstraksi yang bisa terbentuk yang mana kemampuan abstraksi sangat dibutuhkan bagi seseorang untuk menciptakan ide-ide baru yang menunjukkan daya kreatifitasnya.

Penelitian :

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Albert Frank, di Zaire pada tahun 1973 yang dilakukannya selama setahun menemukan bahwa anak-anak yang bermain catur memiliki kecerdasan spasial, numeric, administrasi, dan kemampuan mengarang. Temuan tersebut berlaku bagi mereka yang mempelajari catur dan tidak dipengaruhi oleh factor bakat atau genetic seperti yang di kemukakan oleh Dr Robert bahwa kemampuan tersebut tak hanya secara individual tertentu namun berlaku bagi mereka semua yang memperlajari catur.

5. Melatih Berpikir Sistemik

Penelitian :

Dr Robert ferguson juga telah melakukan penelitian terhadap PA Scholl District kepada siswa SMP disana. Dia berhasil menemukan bahwa waktu yang digunakan selama 64 jam dalam 32 pekan untuk bermain catur menunjukkan kemajuan dalam perkembangan daya kritisnya.

Inilah yang disebut sebagai daya berpikir kedepan, memahami hal-hal sistemik apa yang akan terjadi, apakah menguntungkan atau tidak. Dialektika itulah yang selalu muncul saat kita bermain catur. Oleh karena itu pemain akan mampu menciptakan langkah preventif yang bisa berdampak sistemik bagi pola permainan yang berlangsung.